Jumat, 13 Januari 2012

Wow..Kendalikan Komputer Cukup dengan Mata


detail berita
ilustrasi (foto : Google)

LAS VEGAS - Bagaimana cara Anda mengendalikan laptop? Anda bisa menggunakan mouse, trackpad, dan keyboard, atau dengan cara yang luar biasa, yaitu menggunakan mata Anda.

Tobii Technology yang bermarkas di Swedia telah mengembangkan teknologi eye-tracking yang membuat orang bisa mengendalikan laptop dan perangkat lain, hanya dengan menggunakan matanya.

Seperti dilansir PC World, Senin (9/1/2012), teknologi terbaru yang diungkap pada Consumer Electronics Show (CES) 2012 ini, disematkan ke dalam laptop kreasi Lenovo, dan diletakkan di balik layar. Cara kerjanya dengan menyorotkan sinar infra merah ke mata pengguna, sehingga menimbulkan red eyes. Setelahnya, Tobii mampu menciptakan model 3D bola mata pengguna, dan menentukan ke mana pandangan mata pengguna mengarah.

Sebelumnya terdapat proses kalibrasi, namun proses ini singkat dan mudah. Yang harus dilakukan hanya duduk di depan komputer dan mengarahkan pandangan mengikuti titik-titik yang berkedip di layar. Proses kalibrasi ini hanya perlu dilakukan sekali saja, setelahnya komputer akan mengetahui ke mana arah mata pengguna.

Beberapa kegunaan teknologi Tobii ini, di antaranya melacak gerakan mata ketika pengguna membaca sebuah dokumen, dan secara otomatis memindah halaman saat pengguna sudah mencapai akhir halaman. Teknologi ini juga memungkinkan pengguna melakukan zoom hanya dengan menatap bagian yang diinginkan, dan menggunakan scroll pada mouse.

Saat ini, teknologi Tobii belum siap untuk digunakan konsumen, meskipun sebenarnya Tobii telah mengembangkan Gaze Interface untuk Windows 8. Teknologi ini juga tidak diterapkan sebagai pengganti mouse atau keyboard, karena pengguna tidak bisa menggunakan kedipan mata sebagai pengganti click. (tyo)
Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone Senin, 9 Januari 2012 14:53 wib
http://techno.okezone.com/read/2012/01/09/57/554058/wow-kendalikan-komputer-cukup-dengan-mata 

Deodoran dapat Memicu Kanker Payudara

img 

Jakarta, Kanker payudara banyak terjadi di bagian antara payudara dan ketiak perempuan. Pada beberapa perempuan yang mengalami kanker payudara juga ditemukan kandungan bahan kimia yang ditambahkan dalam deodoran. Hal ini membuat ilmuwan menduga bahwa deodoran bisa memicu kanker payudara.
Selama beberapa tahun, para peneliti telah mempelajari hubungan antara zat yang disebut paraben dan kanker payudara. Paraben banyak digunakan sebagai pengawet untuk membunuh kuman pada kosmetik seperti deodorant atau antiperspirant. 
Peneliti telah mengetahui bahwa paraben sedikit menyerupai fungsi hormon estrogen pada wanita. Sedangkan hormon estrogen sendiri merupakan faktor risiko kanker payudara. 
Para peneliti di Inggris memeriksa sampel jaringan payudara dari 40 orang wanita yang telah menjalani mastektomi dan menemukan bahwa jejak paraben tersebar luas dalam jaringan tubuhnya. Bahkan, tujuh wanita di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak pernah menggunakan produk apapun pada ketiaknya.

"Pada tujuh orang yang tidak menggunakan produk tersebut, paraben bisa berasal dari produk-produk lain," kata Dr Philippa Darbre, peneliti kanker di University of Reading seperti dilansir HealthDay, Jumat (13/1/2012).

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Toxicology, Darbre dan rekan-rekannya melaporkan bahwa satu atau lebih jenis paraben ditemukan pada 158 dari 160 sampel jaringan tubuh yang diambil dari 40 orang wanita. Peneliti menemukan 96 sampel mengandung lima bentuk ester paraben yang paling umum.

Dr. Darbre pernah menemukan kadar paraben dalam prosuk kosmetik empat kali lebih besar ketika ia melakukan penelitian serupa pada tahun 2004.

"Sejak tahun 2004, banyak produsen telah mengeluarkan paraben dari daftar komposisi pembuatan deodorant dan antiperspiran. Makanya, kami jadi aku agak terkejut ketika menemukan kadar paraben yang tinggi dalam jaringan payudara setelah tahun 2004," kata Dr. Darbre.

Kandungan paraben yang tinggi ditemukan pada bagian antara payudara dan ketiak, dan kanker payudara paling sering muncul pada daerah tersebut. Meskipun demikian, Dr Darbre memperingatkan bahwa penelitiannya ini tidak dapat menyiratkan hubungan sebab dan akibat.

"Meskipun estrogen merupakan komponen yang diketahui menjadi bahan bakar kanker payudara, masih perlu ditelaah lagi apakah bahan kimia lingkungan yang memiliki sifat estrogenik juga berkontribusi terhadap proses perkembangan penyakit," jelas Dr. Darbre.

Sementara itu, Dr. Darbre menghimbau kepada para wanita agar mengurangi atau menghentikan penggunaan produk kosmetik sebanyak mungkin. Di lain pihak, American Cancer Society tidak menemukan hubungan yang jelas antara deodoran atau antiperspirant dengan kanker payudara.

"Fakta bahwa bahan pengawet yang ditemukan pada sebagian besar sampel jaringan payudara tidak dapat disimpulkan bahwa bahan ini benar-benar menyebabkan kanker payudara," kata Dr Michael J. Thun, wakil presiden emeritus epidemiologi dan penelitian surveilans American Cancer Society.

Penelitian lain yang dilakukan American Cancer Society menemukan bahwa paraben juga terdapat dalam lotion, makeup, dan produk-produk tabir surya, serta dapat diserap oleh kulit.

Namun, lembaga ini menegaskan bahwa diperlukan penelitian lebih banyak dan lebih besar untuk mengetahui efek paraben terhadap risiko kanker payudara.

(pah/ir)
(Foto: thinkstock)
http://www.detikhealth.com/read/2012/01/13/155156/1815013/763/deodoran-diduga-dapat-sebabkan-kanker-payudara?lbkonsul

Kasus 1 : Hartoyo Sebagai Manajer

Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
            Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya pada Drs. Abdul Hakim, ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Hakim, menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi "grapevine", bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, "dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya berbuat seperti itu."
 
Pertanyaan kasus :
1.    Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo?
Bagaimana keuntungan dan kelemahannya?
Bandingkan motivasi bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu ditentara.
2.    Konsekuensinya apa, bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya?
Apa saran saudara bagi perusahaan, untuk merubah keadaan?
Jawaban kasus :
Menurut saya gaya kepemimpinan pada kasus 1 ini termasuk gaya kepemimpinan otoriter. Pada perusahaan yang sekarang Hartoyo masih membuat keputusan seperti ia masih menjadi tentara dahulu. Arti dari kepemimpinan itu sendiri yaitu suatu cara seorang pemimpin dalam usahanya untuk mempengaruhi bawahannya agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan otoriter adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh atau sering disebut juga diktator. Ciri-ciri otokrasi :
- Semua penentu kebijaksanaan dilakukan oleh pemimpin
- Teknik-teknik dan langkah-langkah kegiatan didikte oleh atasan setiap waktu
- Pemimpin biasanya mendikte tugas kerja bersama setiap anggota
- Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota.
Pada ciri-ciri otokrasi diatas mencerminkan gaya kepemimpinan Hartoyo pada bawahannya. Penerapan kepemimpinan gaya otoriter dapat mendatangkan keuntungan antara lain berupa kecepatan serta ketegasan dalam pembuatan keputusan dan bertindak, sehingga untuk sementara mungkin produktivitas dapat naik. Tetapi penerapan gaya otoriter dapat menimbulkan kerugian, antara lain berupa suasana kaku, tegang, mencekam, menakutkan sehingga dapat berakibat lebih lanjut timbulnya ketidakpuasan. Dalam hal ini Agarwal berpendapat bahwa penerapan kepemimpinan otoriter ternyata mengakibatkan merusak moral, meniadakan inisiatif, menimbulkan permusuhan, aktivitas, keluhan, absen, pindah, dan tidak puas.
Kepemimpinan gaya otoriter hanya tepat diterapkan dalam organisasi yang sedang menghadapi keadaan darurat karena sendi-sendi kelangsungan hidup organisasi terancam, apabila keadaan darurat telah selesai gaya ini harus ditinggalkan.
 
Motivasi bawahan Hartoyo pada saat di tentara dan di perusahaan jelas berbeda. Hal ini karena gaya kepemimpinan Hartoyo hanya cocok untuk memimpin di lingkungan tentara sedangkan di lingkungan perusahaan gaya kepemimpinan tersebut dirasa kurang tepat sehingga terjadi ketidakpuasan bawahan terhadap atasan. Pada saat di tentara bawahan memiliki semangat kerja tinggi.

Apabila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya konsekuensinya adalah, kecil kemungkinannya untuk mencapai kesuksesan dalam memimpin suatu perusahaan karena ketidaknyamanan bawahan dalam lingkungan pekerjaannya. Oleh karena itu, dapat berdampak buruk ke perusahaan seperti menurunnya produktifitas kerja.
Motivasi bawahan Hartoyo pada saat di tentara dan di perusahaan sangatlah berbeda. Hal ini karena gaya kepemimpinan Hartoyo hanya cocok untuk memimpin di lingkungan tentara sedangkan di lingkungan perusahaan gaya kepemimpinan tersebut dirasa kurang tepat sehingga terjadi ketidakpuasan bawahan terhadap atasan Pada saat di tentara bawahan memiliki semangat kerja tinggi.


Konsekuensi bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya adalah, rasa tidak puas bawahan sehingga dapat berdampak buruk ke perusahaan seperti menurunnya produktifitas kerja. Saran saya, Hartoyo dapat merubah gaya kepemimpinannya dengan kepemimpinan demokratis. Seorang pemimpin yang demokratis menyadari bahwa organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan demi tercapainya tujuan perusahaan. Seorang pemimpin yang demokratis melihat bahwa dalam perbedaan sebagai kenyataan hidup, harus terjamin kebersamaan. Nilai yang dianutnya berangkat dari filsafat hidup yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, memperlakukan manusia dengan cara manusiawi.

 
 
Referensi :
http://renyromanisti.blogspot.com/2009/12/peranan-gaya-kepemimpinan-dalam.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18505/5/Chapter%20I.pdf

Kamis, 12 Januari 2012

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Dalam kehidupan ini kita ketahui manusia sebagai makluk hidup sosial selalu berinteraksi dengan sesama manusia. Ketika berinteraksi dengan sesama manusia, selalu diwarnai dua hal, yaitu konflik dan kerjasama. Konflik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Selanjutnya mari kita lihat penjelasan selanjutnya..  :)

A.  Perbedaan Kepentingan Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu dan sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu di dalam manifestasi pemenuhan dari kepentingan tersebut. Secara psikologis ada 2 jenis kepentingan dalan diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis. Individu satu berbeda dengan individu lainnya, perbedaan ini disebabkan oleh 2 faktor:
      1. Faktor pembawaan
      2. Faktor lingkungan sosial,
dari kedua faktor itulah menimbulkan perbedaan kepentingan.


B.  Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka (prejudice) diartikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Dalam kehidupan sehari-hari "prasangka" lebih condong ke seseuatu yang negatif. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita. Prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsure efektif yang kuat. tanpa latar belakang prasangka. Demikian juga sebaliknya seseorang yang berprasangka dapat saja bertindak tidak diskriminatif.
Diskriminasi menunjukkan pada suatu tindakan. Dalam pergaulan sehari-hari sikap prasangka dan diskriminasi seolah-olah menyatu, tak dapat dipisahkan. Seseorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya. Walaupun begitu, bisa saja seseorang bertindak diskriminatof
Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :
       1. berlatar belakang sejarah
       2. dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
       3. bersumber dari factor kepribadian
       4. berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama
Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminai
       1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
       2. Perluasan kesempatan belajar
       3. Sikap terbuka dan sikap lapang
Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan dipergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.
 
Pertentangan-pertentangan sosial / ketegangan dalam masyarakat
Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik yaitu :

       1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik
       2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
       3. Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
       1. elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri
       2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya
       3. Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
       4. Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk  melakukan kegiatan bersama
       5. Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
       6. Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.
Sekian penjelasan tentang Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat, semoga bermanfaat \^.^/

Thanks to :
Materi ISD from :
http://thomasyg.staff.gunadarma.ac.id/